TEKS LAGU ALBUM SANG PEJUANG Puisi “Syajarotun mubarokah(poh on yang penuh berkah)” Karya K. H. Adrian mafatihullah Kariem, M. Ag. Ayah di mana kau berada Ku tanya ke sana ke mari pada setiap orang yang ada Tak ada jawab yang menyertai Hanya sumpah serapah yang ku dapati Tak ada seorang pun yang peduli Semua sibuk dengan dunianya sendiri-sendiri Tinggal diriku terdiam dalam sunyi Ayahku bukan seorang nahkoda yang berlayar mengarungi samudera Ayahku bukan seorang pilot yang terbang mengudara Ayahku bukan seorang supir bersimbuh peluh dengan macetnya jalan raya Ayahku bukan seorang pahlawan tanpa tanda jasa Dan ayahku bukan seorang pejuang angkatan ‘45 Ayahku orang tua yang penuh dengan noda Penjahat kelas raja, pembunuh yang tak punya rasa iba Siapapun pasti muak melihatnya Bahkan semua orang berdoa baiknya ia mati saja Namun di saat maut menjemputnya ku dengar suara lirih ayahku Anakmu, dirimu bukan dirimu Diriku bukan dirimu Jadilah ikan hidup jangan menjadi ikan mati Berani hidup tak takut mati, takut mati jangan hidup, takut hidup mati saja Itulah petuah yang ayah ingat saat sukma ini kan berhijrah mencari madahnya Selamat tinggal anakku Aku termenung, ternyata saat yatim itulah diriku Kini sosok itu telah tiada Sungguh diri ini berdosa Ternyata ayahku orang yang sangat mulia Ia bukan yang ku kira Dan ia bukan yang kau kira serta ia bukan yang mereka kira Tak pantas kau hina!! Walaupun ia hanya seonggok tanah busuk Tapi jiwa dan sukmanya terasa sejuk Termenung ia sang yatim termenung Ayahku kini ku rindu dengan pelukmu Ku rindu dengan amarahmu Bahkan ku rindu dengan tamparan murkamu Setiap tetes air mata ini seakan terbias lembaran kisahkku dengan mu Setiap baris ayat suci ini sebagai doaku untukmu Sang yatim itulah diriku Pohon berbuah lebat tapi pahit rasanya Itulah nasibku, itulah kisahku Sebagai kisah indah untuk dirimu Pohon penuh berkah Pahit rasanya namun manis sesudahnya “Sang Pejuang” Karya : Fairus Nahiduddin Ku langkahkan kaki menyusuri jejak impian Bersamamu teman tuk jadi insan pilihan Tawa canda renungkan rasa Bangkitkan gelora jiwa Dan lihatlah bintang nun jauh disana Menuntun langkah-langkah kita Dan dengarlah desah angin yang menerpa Mencoba membawa kita bersama Redamkan amarah genggamlah erat amanah Tanam benih cinta karena itulah asal kita Reff: Menuju citi-cita yang mulia Raihlah tanpa ada keluh-kesah Dan yakinkan pada seluruh dunia Dirimu memang seorang pejuang “kampung pena” Karya : K.H. Adrian Mafatihullah Kariem, M. Ag. Tulus jiwamu, sahaja auramu Kobar semangatmu, Allahu akbar Kampung pena nan damai Daar El-Qolam Kampung pena nan damai Daar El-Qolam Disini kita mengabdi menjadi insan berbudi Disini kita berbakti ingatlah ciptaan diri O..Ilahi Reff : Daar El-Qolam kampung penaku Cobaan tantangan menghujam Kau selalu bersemayam di hatiku O..oo.. “Angan” Karya : Fairus Nahiduddin Hai kawan-kawan tinggalkanlah sejenak kenangan Yang melenakan waktu dan perjuangan Liriklah masa depan, kuatkanlah genggaman Agar dirimu tak terlena oleh angan-angan Cobalah lihat kawan anak kecil di sudut persimpangan Berjuang melawan hidup nan penuh cobaan tantangan Nuranimu bicara, nuranimu meronta Indahkah hidup bila kau lihat dirinya Reff : Dan hati kecilmu bicara sejuta asa nan duka meluka Dan nuranimu bicara sejuta asa nan duka meluka “ALISA” Karya : Fairus Nahiduddin Alisah, kisah hidup penuh duka Mencoba bertahan di gelap dunia oo..alisa, hatiku selalu bertanya mampukah engkau menghadapi semua o..oo.. Berdoalah di setiap denyut nafasmu Bersabarlah manis yang akan kau rasa Reff : Yakinkan pada dirimu Bahwa tuhan yang Maha Tahu Sebutlah nama Tuhanmu Setiap langkah setiap waktu “Sang Alam” Karya : Fairus Nahiduddin Lihatlah kawan apa yang terjadi dengan alam ini Musibah datang berganti tak kenal malam dan tak kenal pagi Air, api dan bumi tak pernah lelah untuk menguji Ketabahan pada diri oh janganlah pergi Temani jiwaku hari ini Mengapa tanyaku bencana ini harus terjadi Tetes airmata tak pernah terhenti Semua yang mengiris hati Luka lara pada negeri, kini indonesiaku menangis lagi Dan aku bernyanyi menghibur hati Lekaslah duka lekaslah pergi Reff : Bintang temani bulan Hilangkan kelam indahkan malam Tuhan telah Kau tunjukan Kekuasaan-Mu lewat sang alam “Sahabat Terbaik” Karya : Fairus Nahiduddin Yang terbaik ku pegang Yang terindah ku kenang Lembar hidup tercipta selamanya Oh.. adakah simpati di hatimu Layaknya kisahku Oh..janganlah kau campakkan kawanmu Yang telah berjuang dengamu Reff : Ingat selalu, kenang selalu Tempatkan di hatimu Sahabatmu kan selalu Berdoa di sampingmu “Mari Basmalah” Karya : Fairus Nahiduddin 123 chek chek Assalamu’alaikum wahai ikhwan dan akhwat Kawan karib sobat teman ataupun sahabat Marilah kita sama-sama untuk semangat Bekerja dan beribadah jangan lewat Berfikir dan berkarya ibadah jangan lewat Berfikir bekerja dan berdoa jangan lewat 123 chek chek Luangkan waktu untuk hal-hal yang baru Agar dirimu berharga selalu Jiwa ragamu tidak akan beku Terus melaju roda berputar selalu Berpaculah selalu berlombalah selalu Dengan waktu Reff : Mulai harimu yang baru dengan membaca bismillah Akhiri harimu yang telah berlalu dengan alhamdulillah “Impian Pejuang” Karya :Fairus Nahiduddin Kau memperjuangkan dan mengorbankan jiwa ragamu Kini kau telah terlupakan dan terabaikan oleh insan Namun kau tak pernah berharap ini dan itu Dan kau pejuangku teruslah maju janganlah ragu Reff : Mengusung mimpi-mimpimu Menggapai cita-citamu Singkirkan putus asa mu Kobarkanlah upaya doa Biar seisi dunia tahu kau pejuangku “Ku rela ia pergi” Karya : Fairus Nahiduddin Angin malam bawalah kembali Kenangan yag teramat berarti Yang tak mungkin bisa ku ulangi lagi Walau dunia kita telah berbeda Walau jasadmu telah tiada Kau telah ukirkan kenangan-kenangan indah Reff : Ku rela kau pergi menghadap Illahi Tak ku biarkan mimpimu tak berarti Ku coba tuk mengerti, ku coba tuk fahami Apa yang telah terjadi, semua kehendak Illahi |